Wednesday, January 31, 2018

RPP konsep pertidaksamaan linier kurikulum 2013

RPP konsep pertidaksamaan linier kurikulum 2013

RPP konsep pertidaksamaan linier kurikulum 2013

Kali ini kita akan belajar membuat sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP konsep pertidaksamaan linier  kurikulum 2013. Materi ini diberikan pada semester 1 tahun pelajaran. Tujuan utama membuat RPP konsep pertidaksamaan linier kurikulum 2013 ini adalah agar siswa mampu menemukan sendiri konsep pertidak samaan linier satu variabel.

Dengan penggunaan model pembelajaran problem based learning pada RPP konsep pertidaksamaan linier kurikulum 2013 akan semakin membuat pembelajaran konsep pertidaksamaan menjadi menarik.

oke langsung saja simak RPP konsep pertidaksamaan linier  kurikulum 2013 berikut.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP konsep pertidaksamaan linier satu variabel kurikulum 2013)

Sekolah                       : SMPN 4 Satu Atap  Karangrayung
Mata Pelajaran          : Matematika
Kelas/Semester           : VII/1
Materi Pokok              : PLSV PTLSV dan Aritmatika sosial
Alokasi Waktu           : 2 × 40 menit

  1. Kompetensi Inti
  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
  1. Kompetensi Dasar dan Indikator
No.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.
3.8 Menjelaskan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan penyelesaiannya
3.8.4 Menemukan konsep pertidaksamaan linier satu variabel.

  1. Tujuan pembelajaran
Dengan model pembelajaran Problem Based Learning, pendekatan saintifik, dan diskusi kelompok menggunakan Lembar Tugas Peserta Didik, peserta didik dapat:
1.    Menemukan konsep persamaan linier satu variabel dengan benar
2.    Menemukan konsep kesetaraan persamaan linier satu variabel dengan benar
  1. Materi Pembelajaran
v  Menemukan Konsep Pertidaksamaan Linier Satu Variabel
Misal  a , b dan x  adalah bilangan real, dengan .a tidak sama dengan nol
Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) adalah kalimat terbuka yang memiliki sebuah variabel yang dinyatakan dengan bentuk
ax + b > 0  atau ax + b < 0  atau 
konsep pertidaksamaan linier

  1. Metode Pembelajaran
1.    Model pembelajaran Problem Based Learning
2.    Pendekatan Saintifik
3.    Diskusi kelompok
  1. Media, Alat, dan Sumber Belajar
Media                          : Lembar Kerja dan Materi Diskusi
Alat dan Bahan           : Papan tulis, spidol
Sumber Belajar           : Buku Peserta didik kelas VII Kurikulum 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  1. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Guru memulai pembelajaran dengan berdoa bersama-sama kemudian menanyakan kabar peserta didik dan mengecek presensi.
2.    Peserta didik mendengarkan dan menanggapi guru bercerita tentang pentingnya memahami konsep Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel dalam kehidupan sehari-hari, tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai peserta didik yaitu menemukan konsep pertidaksamaan linear satu variabel, dan memotivasi peserta didik. (Saintifik: mengamati, menanya)
10 menit
Kegiatan Inti
1.    Untuk mendorong peserta didik terlibat aktif, bertanggung jawab, dan mampu bekerjasama dalam kegiatan kelompok, guru mengelompokkan peserta didik ke dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri atas 4 peserta didik.
2.    Guru membagikan Lembar Kerja dan Materi Diskusi, setiap kelompok mendapat satu Lembar Kerja dan Materi Diskusi (terlampir).
3.    Peserta didik berdiskusi dan mengerjakan Lembar Kerja dan Materi Diskusi, sedangkan guru memantau dan membimbing kegiatan diskusi peserta didik. (Saintifik: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, dan mengasosiasikan)
4.    Guru mengamati keaktifan dan kerjasama kelompok.
5.    Salah satu kelompok diskusi diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan.(Saintifik: mengkomunikasikan)
6.    Guru meminta peserta didik untuk kembali ke tempat duduk semula.(Saintifik: mengkomunikasikan)
60 menit
Penutup
1.    Peserta didik bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan mengenai konsep pertidaksamaan linear satu variabel.
2.    Guru memberi peserta didik kuis.
3.    Guru memberikan pekerjaan rumah.
4.    Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya adalah tentang menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel.
5.    Guru memberikan pesan kepada peserta didik untuk selalu rajin belajar.
6.    Guru mengakhiri kegiatan belajar mengajar dengan salam.
10 menit

  1. Penilaian
Teknik Penilaian       : Pengamatan, Tugas Terstruktur, Tes Tertulis
Prosedur Penilaian    :
No.
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap
a.         Suka bertanya selama proses pembelajaran.
b.        Terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Pengamatan
Selama pembelajaran dan diskusi
2.
Pengetahuan
  1. Menemukan konsep pertidaksamaan linear satu variabel.
Tes tertulis (Kuis) dan tugas terstruktur (pekerjaan rumah)
Penyelesaian tes tertulis dan tugas terstruktur

Mengetahui                                                                             Karangrayung,   
Kepala SMPN 4 Satap  Karangrayung                                   Guru Mata Pelajaran,





Marko, S.Pd                                                                          Eko Suseno, S.Pd
NIP.    19630716 198405 1 001                                             NIP. 19850113 200902 1 003




 Lampiran 1
MATERI PEMBELAJARAN
Dalam kehidupan sehari-harinya, Beni menemukan kalimat seperti berikut:
(1) Siswa yang ikut pembelajaran remedial adalah siswa yang nilainya kurang dari 6.
Berapakah nilai minimal seorang siswa tidak mengikuti pembelajaran remedial?
(2) Kecepatan maksimum kendaraan ketika melewati Jalan Sudirman adalah 60 km/jam.
Berapa maksimal kecepatan kendaraan diperbolehkan melewati jalan Sudirman?
(3) Orang sukses harus belajar lebih dari 3 jam setiap hari.
Berapa minimal waktu yang diperlukan untuk belajar jika ingin sukses?
(4) Film “Smack Down” dapat ditonton oleh orang yang telah berusia paling sedikit 17 tahun.
Berapakah umur minimal seseorang yang diperbolehkan menonton Film “Smack Down”?
Ubahlah kalimat 1,2,3, dan 4 di atas ke dalam kalimat atau model matematika.
Alternatif Pemecahan Masalah
(1) Kalimat “Siswa yang ikut pembelajaran remedial adalah siswa yang nilainya kurang dari 6” berartisiswa harus mengikuti pembelajaran remedial jika nilainya di bawah 6. Kata “di bawah 6” memberikanbatasan harus lebih rendah dari nilai 6, nilai 6 dan di atas nilai 6 tidak termasuk. Langkah-langkahmengubah kalimat di atas menjadi model matematika kita lakukan sebagai berikut:
a. Misalkan b adalah nilai siswa.
b. Ubah kata ‘kurang dari’ ke dalam simbol matematika yaitu: <.
c. Model matematikanya adalah b < 6.
2) Kalimat “Kecepatan maksimum kendaraan jika melewati jalan Sudirman adalah 60 km/jam” memilikiarti bahwa kecepatan paling tinggi adalah 60km/jam. Kata paling tinggi tidak menutup kemungkinanbahwa kecepatan berkendara boleh 60km/jam dan boleh di bawah 60km/jam, tetapi tidak boleh di atas 60 km/jam. Untuk mengubah kalimat di atas menjadi kalimat dalam model matematika, kita lakukan denganlangkah-langkah sebagai berikut:
a. Misalkan x adalah kecepatan kendaraan.
b. Mengubah kata ‘Maksimum’ ke dalam simbol matematika yaitu: ≤.
c. Sehingga model matematikanya adalah: x ≤ 60.
(3) Kalimat “Orang sukses harus belajar lebih dari 3 jam setiap hari” berarti bahwa orang yang ingin sukses harus belajar di atas 3 jam setiap hari. Kata “di atas 3” memberikan batasan tidak boleh 3 dandi bawah 3, tetapi harus lebih besar dari 3. Langkah-langkah mengubah kalimat di atas menjadi modelmatematika kita lakukan sebagai berikut:
a. Misalkan y adalah waktu belajar setiap hari.
b. Ubah kata “lebih dari” ke dalam simbol matematika yaitu: >.
c. Model matematikanya adalah: y > 3.
(4) Kalimat “Film ‘Smack Down’ dapat ditonton oleh orang yang telah berusia paling sedikit 17 tahun”berarti bahwa film ‘Smack Down’ dapat ditonton oleh orang yang telah berusia 17 tahun atau di atas 17tahun. Kata “paling sedikit 17” memberikan batasan boleh 17 tahun dan boleh di atas 17 tahun, tetapitidak boleh di bawah 17 tahun. Langkah-langkah mengubah kalimat di atas menjadi model matematikakita lakukan sebagai berikut:
a. Misalkan a adalah usia orang yang boleh menonton film smack down.
b. Ubah kata ‘paling sedikit’ ke dalam simbol matematika yaitu: ≥.
c. Model matematikanya adalah: a ≥ 17.
Dari alternatif pemecahan masalah di atas kita temukan hal-hal berikut:
1. Empat model matematika tersebut menggunakan simbol <, ≤, >, dan ≥, yang merupakan tanda ketidaksamaan. Pembacaan simbol-simbol ini adalah:
< : kurang dari
≤ : kurang dari atau sama dengan
> : lebih dari
≥ : lebih dari atau sama dengan
b. Model matematika yang dibentuk masing-masingmemiliki satu buah variabel.
c. Pangkat masing-masing variabelnya adalah 1.
Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa empat model matematika tersebut adalah contoh pertidaksamaan linear satu variabel.
konsep pertidaksamaan linier

Sifat-Sifat Pertidaksamaan
i) Jika kedua ruas pertidaksamaan ditambah atau dikurang dengan sebuah bilangan maka tanda pertidaksamaantetap.
ii) Jika kedua ruas pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan sebuah bilangan positif maka tanda pertidaksamaantetap.
iii) Jika kedua ruas pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan sebuah bilangan negatif maka tanda pertidaksamaanharus diubah (“<” menjadi “>”, “≤” menjadi “≥”, dan sebaliknya).

Demikianlah artikel tentang RPP  konsep pertidaksamaan linier satu variabel kurikulum 2013 .

anda bisa mengunduh filenya pada link berikut.
RPP 1.
RPP 2
RPP 3
RPP 4
RPP 5

Semoga bermanfaat